Latest topics
Top posters
| andre | ||||
| chibitaza | ||||
| ayoe_rivera | ||||
| AGUN | ||||
| Bagol | ||||
| kang_agus | ||||
| umam | ||||
| sap7 | ||||
| maye | ||||
| Eine |
Who is Online ?
In total there are 3 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 3 Guests
None
Most users ever online was 12 on Tue Nov 17, 2009 1:33 pm
Gw Dapet Dari Milis Lgi

andre- Mahasiswa Semester 7


Number of posts: 1912
Age: 25
Location: Chizantoenk
Job/hobbies: IT Support - PT Jastrindo Dinamika (Nexcom)
Registration date: 2007-10-23
- Post n°1
Gw Dapet Dari Milis Lgi
Sorry Mia, gw post dsini lagi,,,
bagus banget soalnya,,,
SENYUMLAH...
Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni
Jerman, atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di sana.
Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.
Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan
kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi.
Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan
setiap orang memilikinya.
Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling."
Seluruh siswa diminta untuk pergi keluar dan memberikan senyumnya
kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi
mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan di
depan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan
selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir, tugas ini
sangatlah mudah.
Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak
bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi ke
restoran McDonald's yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya
sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian,
saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil
mencari tempat duduk yang masih kosong.
Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak
setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang
yang semula antri di belakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.
Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat
mengapa mereka semua pada menyingkir? Saat berbalik itulah saya
membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat
di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil!
Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.
Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang
lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang
"tersenyum" ke arah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya
tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap ke arah saya,
seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' di tempat itu.
Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung
beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan.
Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh
saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang
memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya.
Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi
mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya
merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam
antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga
tiba2 saja sudah sampai di depan counter.
Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin
saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan.
Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona."
Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh
mereka (sudah menjadi aturan di restoran disini, jika ingin duduk di
dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli
sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.
Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat
terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka
mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang
hampir semuanya sedang mengamati mereka...
Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua
mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga
melihat semua 'tindakan' saya.
Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk
ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum
dan minta diberikan dua paket makan pagi (di luar pesanan saya) dalam
nampan terpisah.
Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang
ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke
meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan
lainnya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih
kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi
makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas
punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya
berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua."
Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai
basah berkaca2 dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya."
Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya
berkata "Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian,Tuhan
juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ke telinga
saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian."
Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan
memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya
merengkuh kedua lelaki itu.
Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan
meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang
tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya
mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang
saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang
pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak2ku!"
Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2
bersyukur dan menyadari, bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami
telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi
orang lain yang sedang sangat membutuhkan.
Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan
meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka
satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat
tangan' dengan kami. Salah satu di antaranya, seorang bapak, memegangi
tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang
mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi
kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu
contohkan tadi kepada kami."
Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum
beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat ke arah
kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin
kami, mereka langsung menoleh ke arah kami sambil tersenyum, lalu
melambai2kan tangannya ke arah kami. Dalam perjalanan pulang saya
merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang
tunawisma tadi, itu benar2 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh
saya.
Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang'
Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!
Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini
di tangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya. Dan
keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya
ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya
membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya
mengiyakan.
Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk
membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan
dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi.
Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan
ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah
ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga
para siswi yang duduk di deretan belakang di dekat saya di antaranya
datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.
Di akhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup
ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis di akhir
paper saya. "Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui
betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."
Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk
menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku,
dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai
mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah
saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT."
Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi
oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan
memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana
cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG
KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA,
DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!
Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda,
teruskan cerita ini kepada orang2 terdekat anda. Disini ada 'malaikat'
yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita
ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun)
bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya!
Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari
kehidupanmu, tetapi hanya 'sahabat yang bijak' yang akan meninggalkan
JEJAK di dalam hatimu.
Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk
berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu! Orang yang kehilangan
uang, akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan
kehilangan lebih banyak! Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan
kehilangan semuanya! Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap
hewan makanan bagi mereka, tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke
dalam sarang mereka, hewan itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa
mendapatkannya.
bagus banget soalnya,,,
SENYUMLAH...
Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni
Jerman, atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di sana.
Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.
Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan
kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi.
Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan
setiap orang memilikinya.
Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling."
Seluruh siswa diminta untuk pergi keluar dan memberikan senyumnya
kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi
mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan di
depan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan
selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir, tugas ini
sangatlah mudah.
Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak
bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi ke
restoran McDonald's yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya
sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian,
saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil
mencari tempat duduk yang masih kosong.
Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak
setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang
yang semula antri di belakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.
Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat
mengapa mereka semua pada menyingkir? Saat berbalik itulah saya
membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat
di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil!
Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.
Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang
lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang
"tersenyum" ke arah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya
tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap ke arah saya,
seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' di tempat itu.
Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung
beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan.
Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh
saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang
memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya.
Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi
mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya
merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam
antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga
tiba2 saja sudah sampai di depan counter.
Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin
saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan.
Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona."
Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh
mereka (sudah menjadi aturan di restoran disini, jika ingin duduk di
dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli
sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.
Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat
terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka
mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang
hampir semuanya sedang mengamati mereka...
Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua
mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga
melihat semua 'tindakan' saya.
Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk
ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum
dan minta diberikan dua paket makan pagi (di luar pesanan saya) dalam
nampan terpisah.
Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang
ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke
meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan
lainnya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih
kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi
makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas
punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya
berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua."
Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai
basah berkaca2 dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya."
Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya
berkata "Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian,Tuhan
juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ke telinga
saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian."
Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan
memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya
merengkuh kedua lelaki itu.
Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan
meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang
tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya
mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang
saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang
pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak2ku!"
Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2
bersyukur dan menyadari, bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami
telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi
orang lain yang sedang sangat membutuhkan.
Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan
meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka
satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat
tangan' dengan kami. Salah satu di antaranya, seorang bapak, memegangi
tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang
mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi
kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu
contohkan tadi kepada kami."
Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum
beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat ke arah
kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin
kami, mereka langsung menoleh ke arah kami sambil tersenyum, lalu
melambai2kan tangannya ke arah kami. Dalam perjalanan pulang saya
merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang
tunawisma tadi, itu benar2 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh
saya.
Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang'
Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!
Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini
di tangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya. Dan
keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya
ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya
membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya
mengiyakan.
Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk
membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan
dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi.
Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan
ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah
ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga
para siswi yang duduk di deretan belakang di dekat saya di antaranya
datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.
Di akhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup
ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis di akhir
paper saya. "Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui
betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."
Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk
menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku,
dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai
mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah
saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT."
Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi
oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan
memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana
cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG
KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA,
DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!
Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda,
teruskan cerita ini kepada orang2 terdekat anda. Disini ada 'malaikat'
yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita
ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun)
bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya!
Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari
kehidupanmu, tetapi hanya 'sahabat yang bijak' yang akan meninggalkan
JEJAK di dalam hatimu.
Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk
berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu! Orang yang kehilangan
uang, akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan
kehilangan lebih banyak! Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan
kehilangan semuanya! Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap
hewan makanan bagi mereka, tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke
dalam sarang mereka, hewan itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa
mendapatkannya.

Achi- Kelas 5 SD


Number of posts: 534
Age: 25
Location: Kalibata Timur
Job/hobbies: Karyawati / denger musik & baca
Registration date: 2007-11-22
- Post n°2
Re: Gw Dapet Dari Milis Lgi
tersenyumlah dengan hatimu....
cukup menyentuh ndre artikelnya...
tumben nie andre postingannya bener...hehehe..piss!
cukup menyentuh ndre artikelnya...
tumben nie andre postingannya bener...hehehe..piss!

faizah- Kelas 1 SD


Number of posts: 163
Age: 25
Location: jakarta
Job/hobbies: nonton film
Registration date: 2008-07-13
- Post n°3
Re: Gw Dapet Dari Milis Lgi
wah dre, touching banget cerita, membuat terharu....

tandi- Kelas 2 SD


Number of posts: 212
Age: 25
Location: jakarta
Registration date: 2007-10-29
- Post n°4
Re: Gw Dapet Dari Milis Lgi
kepanjangan, dre..

Meitina (MeTz)- Kelas 5 SD


Number of posts: 541
Age: 24
Location: 1st-Malang, 2nd-Jakarte dech...
Job/hobbies: Ekonom
Humor: Parodi, Komedi, Jenaka
Registration date: 2007-11-11
- Post n°5
Re: Gw Dapet Dari Milis Lgi
tandi wrote:kepanjangan, dre..
jelasin dgn singkat donk Tan ceritanya andre....

Achi- Kelas 5 SD


Number of posts: 534
Age: 25
Location: Kalibata Timur
Job/hobbies: Karyawati / denger musik & baca
Registration date: 2007-11-22
- Post n°6
Re: Gw Dapet Dari Milis Lgi
Keiknya bakal dejavu lagi neeh!!

Achi- Kelas 5 SD


Number of posts: 534
Age: 25
Location: Kalibata Timur
Job/hobbies: Karyawati / denger musik & baca
Registration date: 2007-11-22
- Post n°7
Re: Gw Dapet Dari Milis Lgi
Keiknya bakal dejavu lagi neeh!!

irman_d.greencap- Kelas 3 SD


Number of posts: 331
Age: 25
Location: makassar city-south sulawesi
Job/hobbies: civil state employee
Humor: http://ketawa.com/
Registration date: 2007-10-29
- Post n°8
Re: Gw Dapet Dari Milis Lgi
mengharukan...
hiks...hiks...hiks...
(tolong ceritain singkatnya donk. gw belon baca)
hiks...hiks...hiks...
(tolong ceritain singkatnya donk. gw belon baca)

ayoe_rivera- Mahasiswa Semester 1


Number of posts: 1370
Age: 25
Location: bekasi-jakarta (PP)
Registration date: 2007-11-25
- Post n°9
Re: Gw Dapet Dari Milis Lgi
bener...very touchy..

tandi- Kelas 2 SD


Number of posts: 212
Age: 25
Location: jakarta
Registration date: 2007-10-29
- Post n°10
Re: Gw Dapet Dari Milis Lgi
irman_d.greencap wrote:mengharukan...
hiks...hiks...hiks...
(tolong ceritain singkatnya donk. gw belon baca)
iya, gw juga..
hee..

dendi- Kelas 6 SD


Number of posts: 678
Age: 24
Location: Gudang Air - Jakarta
Job/hobbies: Bussiness
Registration date: 2007-10-20
- Post n°11
Re: Gw Dapet Dari Milis Lgi

Meitina (MeTz)- Kelas 5 SD


Number of posts: 541
Age: 24
Location: 1st-Malang, 2nd-Jakarte dech...
Job/hobbies: Ekonom
Humor: Parodi, Komedi, Jenaka
Registration date: 2007-11-11
- Post n°12
Re: Gw Dapet Dari Milis Lgi
dendi wrote:tandi wrote:irman_d.greencap wrote:mengharukan...
hiks...hiks...hiks...
(tolong ceritain singkatnya donk. gw belon baca)
iya, gw juga..
hee..
gw juga terharu tapi krn baca tanggapan kalian...
soalnya gw juga blom baca...
kok jadi pada latah sich????

dendi- Kelas 6 SD


Number of posts: 678
Age: 24
Location: Gudang Air - Jakarta
Job/hobbies: Bussiness
Registration date: 2007-10-20
- Post n°13
Re: Gw Dapet Dari Milis Lgi
gw ga latah ko MeTz...
Alhamdulillah gw baik2 aja...
Alhamdulillah gw baik2 aja...

Meitina (MeTz)- Kelas 5 SD


Number of posts: 541
Age: 24
Location: 1st-Malang, 2nd-Jakarte dech...
Job/hobbies: Ekonom
Humor: Parodi, Komedi, Jenaka
Registration date: 2007-11-11
- Post n°14
Re: Gw Dapet Dari Milis Lgi
syukur alhamdulillah klo begitu.....
fiuhh, lega rasanya...........
fiuhh, lega rasanya...........

dendi- Kelas 6 SD


Number of posts: 678
Age: 24
Location: Gudang Air - Jakarta
Job/hobbies: Bussiness
Registration date: 2007-10-20
- Post n°15
Re: Gw Dapet Dari Milis Lgi
Meitina (MeTz) wrote:syukur alhamdulillah klo begitu.....
fiuhh, lega rasanya...........
makasih atas do'anya...

Meitina (MeTz)- Kelas 5 SD


Number of posts: 541
Age: 24
Location: 1st-Malang, 2nd-Jakarte dech...
Job/hobbies: Ekonom
Humor: Parodi, Komedi, Jenaka
Registration date: 2007-11-11
- Post n°16
Re: Gw Dapet Dari Milis Lgi
sama-sama Den....
your welcome......

your welcome......

Achi- Kelas 5 SD


Number of posts: 534
Age: 25
Location: Kalibata Timur
Job/hobbies: Karyawati / denger musik & baca
Registration date: 2007-11-22
- Post n°17
Re: Gw Dapet Dari Milis Lgi
uhuk...uhuk...uhuk....uhuk...

Meitina (MeTz)- Kelas 5 SD


Number of posts: 541
Age: 24
Location: 1st-Malang, 2nd-Jakarte dech...
Job/hobbies: Ekonom
Humor: Parodi, Komedi, Jenaka
Registration date: 2007-11-11
- Post n°18
Re: Gw Dapet Dari Milis Lgi
knapa Chie??
batuk? di REMIX aja.........
batuk? di REMIX aja.........

Achi- Kelas 5 SD


Number of posts: 534
Age: 25
Location: Kalibata Timur
Job/hobbies: Karyawati / denger musik & baca
Registration date: 2007-11-22
- Post n°19
Re: Gw Dapet Dari Milis Lgi
iya met, keselek niy abis baca postingan memet ama dendi..
uhuk...uhuk..uhuk..uhuk...
uhuk...uhuk..uhuk..uhuk...

irman_d.greencap- Kelas 3 SD


Number of posts: 331
Age: 25
Location: makassar city-south sulawesi
Job/hobbies: civil state employee
Humor: http://ketawa.com/
Registration date: 2007-10-29
- Post n°20
Re: Gw Dapet Dari Milis Lgi
ada yang cemburu???
sampe batuk2 segala?
sampe batuk2 segala?

Meitina (MeTz)- Kelas 5 SD


Number of posts: 541
Age: 24
Location: 1st-Malang, 2nd-Jakarte dech...
Job/hobbies: Ekonom
Humor: Parodi, Komedi, Jenaka
Registration date: 2007-11-11
- Post n°21
Re: Gw Dapet Dari Milis Lgi
achie cemburu?? ya ampyun chie, bener dech gw ga ada apa2... dendinya ambil aja, rela kok.......





» UhUkk UHUKKK
» INDONESIA YANG KU BANGGAKAN!!!
» Kenalin, aku Kinar, anaknya Mama Ine.
» Film Terlucu
» How to Deal with Nyebelin People
» Agun Ke Dubai!
» Konsultasi Pajak
» Gosip artis terkini