Latest topics
» Assalamualaikum
Sat Nov 09, 2013 10:41 pm by umam

» Selamat Pagi
Fri Nov 08, 2013 1:50 pm by Tertio_kd

» Test dulu
Thu Nov 07, 2013 10:12 am by tanti

» Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H
Tue Sep 07, 2010 9:30 am by Meitina (MeTz)

» Let's Talk About Money!
Thu Sep 02, 2010 8:17 pm by irman.restiadi

» Kerugian Akibat Kurang Tidur
Thu Aug 26, 2010 7:06 pm by Ayu Puspita

» Kok sepi lagi....?
Thu Aug 26, 2010 7:03 pm by Ayu Puspita

» Vacation to Pulau Tidung
Thu Aug 26, 2010 3:41 pm by Eine

» Popok Kain a.k.a. Cloth Diaper Pempem!
Thu Aug 26, 2010 3:33 pm by Eine

Poll

Apa tujuan kamu gabung Forum 2002..?

59% 59% [ 22 ]
11% 11% [ 4 ]
8% 8% [ 3 ]
11% 11% [ 4 ]
11% 11% [ 4 ]
0% 0% [ 0 ]

Total Votes : 37

Who is online?
In total there is 1 user online :: 0 Registered, 0 Hidden and 1 Guest

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 40 on Wed Jul 07, 2010 4:03 pm

Mengapa?? Karena dia manusia biasa...

View previous topic View next topic Go down

Mengapa?? Karena dia manusia biasa...

Post by Mudie on Sun Apr 13, 2008 6:48 pm

Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suamimu/istrimu? Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah hingga jawaban duniawi (cakep atau tajir Very Happy manusiawi lah Razz). Tapi ada satu jawaban yang sangat berkesan di hati saya. Hingga detik ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Lalu memutuskan menikah. Persiapan pernikahan hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak akan heran. Proses pernikahan seperti ini sudah lazim. Dia bukanlah akhwat, sama seperti saya. Satu hal yang pasti, dia tipe wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami. Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sulit untuk membuka diri. Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menanggapi dengan serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi.

Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tanggal pernikahannya. Serta memohon saya untuk cuti, agar bisa menemaninya selama proses pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya. Asli. Saya pengin tau, kenapa dia begitu mudahnya menerima lelaki itu. Ada apakan gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia bisa memutuskan menikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk sekali waktu itu (sok sibuk sih aslinya). Saya tidak bisa membantunya mempersiapkan pernikahan. Beberapa kali dia telfon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa hal. Beberapa kali saya telfon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan pernikahannya. That's all. Kita tenggelam dalam kesibukan masing-masing.

Saya menggambil cuti sejak H-2 pernikahannya. Selama cuti itu saya memutuskan untuk menginap dirumahnya. Jam 11 malam, H-1 kita baru bisa ngobrol -hanya- berdua. Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi, sungguh membelenggu kita. Padahal rencananya kita ingin ngobrol tentang banyak hal. Akhirnya, bisa juga kita ngobrol berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak pada saya. Beberapa kali Mamanya mengetok pintu, meminta kita tidur.

"Aku gak bisa tidur." Dia memandang saya dengan wajah memelas. Saya paham kondisinya saat ini.

"Lampunya dimatiin aja, biar dikira kita dah tidur."

"Iya.. ya." Dia mematikan lampu neon kamar dan menggantinya dengan lampu kamar yang temaram. Kita melanjutkan ngobrol sambil berbisik-bisik. Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kita lakukan. Kita berbicara banyak hal, tentang masa lalu dan impian-impian kita. Wajah sumringahnya terlihat jelas dalam keremangan kamar. Memunculkan aura cinta yang menerangi kamar saat itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya pendam.

"Kenapa kamu memilih dia?" Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari tidurnya sambil meraih HP dibawah bantalku. Berlahan dia membuka laci meja riasnya. Dengan bantuan nyala LCD HP dia mengais lembaran kertas didalamnya. Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan selembar amplop pada saya. Saya menerima HP dari tangannya. Amplop putih panjang dengan kop surat perusahaan tempat calon suaminya bekerja. Apaan sih. Saya memandangnya tak mengerti. Eeh, dianya malah ngikik geli.

"Buka aja." Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas polos ukuran A4, saya menebak warnanya pasti putih hehehe. Saya membaca satu kalimat diatas dideretan paling atas.

"Busyet dah nih orang." Saya menggeleng-gelengkan kepala sambil menahan senyum. Sementara dia cuma ngikik melihat ekspresi saya. Saya memulai membacanya. Dan sampai saat inipun saya masih hapal dengan kata-katanya. Begini isi surat itu.



Kepada YTH

Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya

Di tempat

Assalamu'alaikum Wr Wb

Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silahkan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai.

Saya, yang bernama ...... menginginkan anda ...... untuk menjadi istri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Saat ini saya punya pekerjaan. Tapi saya tidak tahu apakah nanti saya akan tetap punya pekerjaan. Tapi yang pasti saya akan berusaha punya penghasilan untuk mencukupi kebutuhan istri dan anak-anakku kelak. Saya memang masih kontrak rumah. Dan saya tidak tahu apakah nanti akan ngontrak selamannya. Yang pasti, saya akan selalu berusaha agar istri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan. Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa saja. Oleh karena itu. Saya menginginkan anda mau membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa. Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Karena saya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik. Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istiqaroh berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda. Yang saya tahu, Saya memilih anda karena Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari saat ini.

Saya mohon sholat istiqaroh dulu sebelum memberi jawaban pada saya. Saya kasih waktu minimal 1 minggu, maksimal 1 bulan. Semoga Allah ridho dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin

Wassalamu'alaikum Wr Wb



Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat 'lamaran' yang begitu indah. Sederhana, jujur dan realistis. Tanpa janji-janji gombal dan kata yang berbunga-bunga. Surat cinta minimalis, saya menyebutnya Very Happy. Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan.

"Kenapa kamu memilih dia."

"Karena dia manusia biasa." Dia menjawab mantap. "Dia sadar bahwa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya. Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kita dikemudian hari. Entah kenapa, Itu justru memberikan kenyamanan tersendiri buat aku."

"Maksudnya?"

"Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih ada. Iya kan? Paling gak. Aku tau bahwa dia gak bakal frustasi kalau suatu saat nanti kita jadi gembel. Hahaha."

"Ssttt." Saya membekap mulutnya. Kuatir ada yang tau kalau kita belum tidur. Terdiam kita memasang telinga. Sunyi. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kita saling berpandangan lalu cekikikan sambil menutup mulut masing-masing. "Udah tidur. Besok kamu kucel, ntar aku yang dimarahin Mama." Kita kembali rebahan. Tapi mata ini tidak bisa terpejam. Percakapan kita tadi masih terngiang terus ditelinga saya.

"Gik..."

"Tidur. Dah malam." Saya menjawab tanpa menoleh padanya. Saya ingin dia tidur, agar dia terlihat cantik besok pagi. Kantuk saya hilang sudah, kayaknya gak bakalan tidur semaleman nih.

Satu lagi pelajaran pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia sadar dengan kemanusiannya. Sadar bahwa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya. Begitupun dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah tergores sejak ruh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahnnya kelak. Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tapi sebuah 'proses usaha'. Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, tahta dan 'nama'. Embel-embel predikat diri yang selama ini melekat ditanggalkan. Ketika segala yang 'melekat' pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama. Pernikahan hanya dilandasi karena Allah semata. Diniatkan untuk ibadah. Menyerahkan secara total pada Allah yang membuat skenarionya. Maka semua menjadi indah. Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap umat-NYA. Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan. Kita hanya bisa memohon keridhoan Allah. Meminta-NYA mengucurkan barokah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah. Lalu, bagaimana dengan cinta? Ibu saya pernah bilang, Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya. Agar cinta itu bisa bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. Witing tresno jalaran garwo(sigaraning nyowo), kalau diterjemahkan secara bebas. Cinta tumbuh karena suami/istri (belahan jiwa). Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.

Mudie
Play Group
Play Group

Male
Number of posts : 34
Age : 32
Location : Jakarta
Registration date : 2007-11-23

Back to top Go down

Re: Mengapa?? Karena dia manusia biasa...

Post by Mudie on Sun Apr 13, 2008 6:49 pm

hm.. panjang ya? but a veryy good one to read..
enjoy

Mudie
Play Group
Play Group

Male
Number of posts : 34
Age : 32
Location : Jakarta
Registration date : 2007-11-23

Back to top Go down

Re: Mengapa?? Karena dia manusia biasa...

Post by chibitaza on Mon Apr 14, 2008 9:14 am

cerita yang bagus mudie...

jadi kepikiriran.... hehehhee

_________________
--Laksmana Tri Moerdani, S.Kom., S.Si
--Database Engineer PT.McDermott International

http://www.gulaipenguin.com
Hp: (+62 815) 91 34541

chibitaza
Kepala Sekolah
Kepala Sekolah

Male
Number of posts : 1621
Age : 32
Location : Bekasi - Jakarta
Job/hobbies : Web Design, Graphic Design, 3D Animator
Registration date : 2007-10-17

http://www.laksmanatrimoerdani.co.cc

Back to top Go down

Re: Mengapa?? Karena dia manusia biasa...

Post by Eine on Thu Apr 24, 2008 2:48 pm

Ini anak playgroup hebat juga forward artikel begini.... Hehehe...

Woy,gak usah dipikirin Chie. Gw, sehat-sehat aja kok. Eh, pizza hut kalibata yuk?

Eine
Bendahara Sekolah
Bendahara Sekolah

Female
Number of posts : 950
Age : 32
Location : Jakarta & sekitarnya
Job/hobbies : Librarian - Kantor Advokat Kailimang-Ponto, Menara Kuningan.
Registration date : 2007-11-01

http://kaki-sara.blogspot.com

Back to top Go down

Re: Mengapa?? Karena dia manusia biasa...

Post by chibitaza on Thu Apr 24, 2008 4:50 pm

ayo... kapan?

_________________
--Laksmana Tri Moerdani, S.Kom., S.Si
--Database Engineer PT.McDermott International

http://www.gulaipenguin.com
Hp: (+62 815) 91 34541

chibitaza
Kepala Sekolah
Kepala Sekolah

Male
Number of posts : 1621
Age : 32
Location : Bekasi - Jakarta
Job/hobbies : Web Design, Graphic Design, 3D Animator
Registration date : 2007-10-17

http://www.laksmanatrimoerdani.co.cc

Back to top Go down

Re: Mengapa?? Karena dia manusia biasa...

Post by Ayu Puspita on Fri Apr 25, 2008 9:46 pm

aduh..jangan pizza hut dong Ne... enek...
Marzano Kemang aja..gw dubbing di sebelahnya (eh, ga sebelah2 amat sih, beda dua gedunglah..)
ato IZZi yg di sentra pancoran, lg diskon 50% dan gratis pizza margherita, lumayan....

Ayu Puspita
Mahasiswa Semester 2
Mahasiswa Semester 2

Female
Number of posts : 1469
Age : 32
Location : Indonesia
Registration date : 2007-11-25

http://www.yahoo.com

Back to top Go down

Re: Mengapa?? Karena dia manusia biasa...

Post by umam on Sat Apr 26, 2008 12:14 am

Jadi inget puisi sendiri...
Rabbi,aku tidak mengharap Zulaikha yang cantik
Karena aku bukanlah Yusuf yang tampan
Aku juga tidak mengharap Fatimah yang lembut
Karena aku bukanlah Ali yang perkasa
Aku pula tidak mengharap Khadijah yang agung
Karena aku bukanlah Muhammad yang mulia
Aku hanyalah seorang laki-laki biasa
Yang mengharapkan seorang wanita biasa
Wanita yang tersenyum saat melihat kehadiranku
Wanita yang menangis saat melepas kepergianku
Wanita yang membuatku bahagia saat bersamanya

_________________
Marketing Analyst
PT. Indosat - Jember

umam
Asisten Kepala Sekolah
Asisten Kepala Sekolah

Male
Number of posts : 861
Age : 31
Location : Jakarta
Job/hobbies : Commercial Analyst - PT Indosat
Registration date : 2007-10-21

http://umam1101.multiply.com

Back to top Go down

Re: Mengapa?? Karena dia manusia biasa...

Post by Sponsored content Today at 6:52 am


Sponsored content


Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum