Latest topics
» Assalamualaikum
Sat Nov 09, 2013 10:41 pm by umam

» Selamat Pagi
Fri Nov 08, 2013 1:50 pm by Tertio_kd

» Test dulu
Thu Nov 07, 2013 10:12 am by tanti

» Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H
Tue Sep 07, 2010 9:30 am by Meitina (MeTz)

» Let's Talk About Money!
Thu Sep 02, 2010 8:17 pm by irman.restiadi

» Kerugian Akibat Kurang Tidur
Thu Aug 26, 2010 7:06 pm by Ayu Puspita

» Kok sepi lagi....?
Thu Aug 26, 2010 7:03 pm by Ayu Puspita

» Vacation to Pulau Tidung
Thu Aug 26, 2010 3:41 pm by Eine

» Popok Kain a.k.a. Cloth Diaper Pempem!
Thu Aug 26, 2010 3:33 pm by Eine

Poll

Apa tujuan kamu gabung Forum 2002..?

59% 59% [ 22 ]
11% 11% [ 4 ]
8% 8% [ 3 ]
11% 11% [ 4 ]
11% 11% [ 4 ]
0% 0% [ 0 ]

Total Votes : 37

Who is online?
In total there is 1 user online :: 0 Registered, 0 Hidden and 1 Guest

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 40 on Wed Jul 07, 2010 4:03 pm

IZINKAN KAMI MENATA ULANG TAMAN INDONESIA -Anis Matta-

View previous topic View next topic Go down

IZINKAN KAMI MENATA ULANG TAMAN INDONESIA -Anis Matta-

Post by ADE_AcilDahgEde on Mon Apr 14, 2008 9:16 am

Sejarah adalah catatan statistik tentang denyut hati, gerak tangan, langkah kaki, dan ketajaman akal.(Malik Bin Nabi, Ta`ammulat:35)
Empat syuhada berangkat pada suatu malam,
gerimis air mata tertahan di hari keesokan,
telinga kami lekapkan ke tanah kuburan dan simaklah itu sedu-sedan,
Mereka anak muda pengembara tiada sendiri,
mengukir reformasi karena jemu deformasi,
dengarkan saban hari langkah sahabat-sahabatmu beribu menderu-deru,
Kartu mahasiswa telah disimpan dan tas kuliah turun dari bahu.
Mestinya kalian jadi insinyur dan ekonom abad dua puluh satu.
Tapi malaikat telah mencatat indeks prestasi kalian tertinggi
di Trisakti bahkan di seluruh negeri,
karena kalian berani mengukir alfabet pertama
dari gelombang ini dengan darah arteri sendiri,
Merah Putih yang setengah tiang ini,
merunduk di bawah garang matahari,
tak mampu mengibarkan diri karena angin lama bersembunyi.
Tapi peluru logam telah kami patahkan alam doa bersama,
dan kalian pahlawan bersih dari dendam,
karena jalan masih jauh dan kita perlukan peta dari Tuhan.
(Taufik Ismail, 1998)


Begitulah Taufik Ismail lewat sajak berjudul 12 Mei 1998 mengabadikan kepahlawanan empat mahasiswa Trisakti yang gugur diterjang peluru kediktatoran rezim Orde Baru; ElangMulyana, Hery Hartanto, Hendriawan Lesmana, dan Hafidin Royan. Mereka adalah sebagian dari pelaku baru sejarah Indonesia dan sekaligus fajar yang menandai lahirnya generasi baru, generasi 1998.

Ibu pertiwi seperti menepati janjinya. Janji untuk melahirkan anak-anak yang setia pada cita-cita luhurnya; anak-anak yang membawa keberanian di tengah ketakutan,
mengibarkan bendera perlawanan terhadap penindasan, memekikkan gaung pembelaan di tengah pengkhianatan; anak-anak yang memberikan darahnya dengan tulus sebagai mahar untuk kebebasan dan keadilan; anak-anak yang meninggalkan kenikmatan masa mudanya dengan penuh cinta untuk hidup dalam debu dan deru jalanan, bahkan
menyerahkan hidupnya agar bangsa ini bisa hidup dengan cara yang lebih baik.

Maka sejarah panjang bangsa ini, setidak-tidaknya dalam hitungan abad ini, ditandai dengan kelahiran generasi demi generasi pada setiap persimpangan sejarah. Jika generasi 98 berhasil menumbangkan Orde Baru, maka generasi 66 berhasil mengakhiri Orde Lama.

Dalam (puisi) Sebuah Jaket Berlumur Darah, Taufik Ismail melukiskan suasana kepahlawanan itu:
Sebuah jaket berlumur darah
kami semua sudah menatapmu
telah berbagi duka yang agung dalam kepedihan bertahun-tahun.

Begitu kita menyusuri sejarah bangsa ini lebih jauh, kita akan bertemu dengan generasi 45 yang mempelopori perjuangan kemerdekaan. Dan lebih jauh ke belakang, ada generasi 28 yang mempelopori persatuan nasional dalam simbol tanah air, kebangsaan dan bahasa persatuan melalui Sumpah Pemuda. Lebih jauh lagi, kita akan bertemu dengan generasi 1900-an yang mempelopori kebangkitan nasional. Semua angkatan itu lahir silih berganti sampai datang angkatan 1998. Dan mereka lahir pada titik persimpangan sejarah dan memberi arah bagi perjalanan bangsa kita. Mereka selalu muncul sebagai pelopor, menghentikan kesunyian sejarah dan mengobarkan api kehidupan.

Abad 20, dalam perspektif bangsa kita, sesungguhnya adalah sejarah anak-anak muda. Tapi itu bukan hanya milik Indonesia. Tanggal 23 Oktober 1956 Revolusi Hongaria meletus di tangan para pemuda dan mahasiswa yang menentang pendudukan Uni Soviet dan pemerintahan boneka. Para pemuda dan mahasiswa bahkan mempelopori perlawanan terhadap negara adi kuasa itu di seantero kawasan Eropa Timur.

Eropa Barat juga menyaksikan gelombang gerakan pemuda dan mahasiswa sepanjang tahun 60-an; gerakan mahasiswa di Perancis meledakkan Krisis 22 Mei 1968, mahasiswa Spanyol bangkit menentang diktator Jendral Franco pada 1965. Hal yang sama juga terjadi di Italia, Belgia dan negara Eropa lainnya.

Di dunia Islam, baik di kawasan Asia dan Afrika, para mahasiswa dan pemuda bangkit mempelopori perlawanan terhadap para penjajah di sepanjang paruh pertama abad 20 sampai tahun 70-an. Para pemudalah yang terlibat dalam Revolusi Aljazair 1954 yang mengenyahkan Prancis dari tanah itu. Para pemuda dan mahasiwa juga berhasil mengusir Inggris dari Mesir. Dan sekarang, sejak 1987 hingga sekarang, anak-anak muda bahkan yang masih bocah, telah meletuskan Intifadhah melawan penjajah Israel di Palestina.

Anak-anak muda melemparkan batu melawan serdadu Israel yang bersenjata
lengkap sambil menyenandungkan syair Hasyim Al-Rifa'i:
Itulah syurga yang menuntut harga
Hanya dari urat nadi para syuhada


Anak-anak muda selamanya adalah energi peradaban yang mengalirkan sungai
sejarah. Setiap kali energi itu meledak, maka sejarah segera mencatat peristiwa-peristiwa dan langit menjadi saksi. Sebuah lembaran kehidupan baru dari buku sejarah manusia telah dibuka. Dan sejarah, kata Malik Bin Nabi, adalah catatan statistik tentang denyut hati, gerak tangan, langkah kaki dan ketajaman akal.

Anak-anak yang Gelisah
Sejarah anak-anak muda adalah sejarah perlawanan dan pembelaan. Sebelum kemerdekaan anak-anak muda Indonesia bangkit menyatukan bangsa dan melawan penjajah serta merebut kemerdekaan. Tapi setelah merdeka mereka bangkit melawan penguasa tiran dan diktator serta membela rakyat dari penindasan sosial, ekonomi dan politik.

Adalah bagian dari keunikan abad ini, Allah swt menakdirkan para penguasa tiran dan diktator lahir pada waktu yang hampir bersamaan. Ketika tirani Soekarno merajalela di
Indonesia, maka di Yugoslavia ada Tito dan di Mesir ada Nasser. Ketika kediktatoran Soeharto membungkam rakyat Indonesia, maka di Libya ada Khadafi, di Irak ada Saddam, di Syiria ada Asad, dan di Iran ada Reza Pahlevi. Di abad ini pula lahir Hitler, Stalin dan Mossoulini. Jangan lupa, di abad ini pula dunia terlibat dalam dua kali perang akbar, Dunia I dan II, pada 1914 dan 1941.

Perlawanan dan pembelaan adalah energi peradaban. Dan energi itu lahir dari kegelisahan. Tapi dari manakah kegelisahan itu tercipta? Dari idealisme yang terpasung di alam kenyataan. Maka setiap kali janji kemakmuran terpasung dalam krisis ekonomi yang menyengsarakan rakyat, atau suara keadilan terbungkam dalam tirani kekuasaan, atau kebebasan ditindas oleh kediktatoran, setiap kali itu pula ada kegelisahan yang meresahkan jiwa anak-anak muda dan mencatut semua kenyamanan hidup mereka. Maka mereka bergerak dan segera berdiri di garis depan menyambut penggilan sejarah. Tapi anak muda macam manakah mereka? Mereka adalah anak-anak muda yang telah beriman kepada Tuhan mereka, lalu Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.(QS. Al-Kahfi:13)

Demikianlah. Kegelisahan menjadi isyarat dari anak-anak peristiwa yang akan lahir dari rahim sejarah. Kegelisahan memberi energi. Dan energi itu tumpah ruah dalam
semangat perlawanan dan pembelaan. Maka, ada peristiwa ada sejarah. Tapi ada satu fenomena yang jarang kita perhatikan dalam langkah sejarah, bahwa gerakan-gerakan pemuda seringkali dimatikan oleh orang-orang yang mencetuskannya pertama kali. Lihat Soekarno dan Soeharto.

Saatnya Kaum Muda Bangkit Kembali
Kini, kita tengah berada di persimpangan sejarah. Generasi 98 telah menjalankan tugasnya. Mereka telah berhasil menumbangkan rezim Orde Baru dan mengantar sejumlah elit politik baru ke panggung sejarah Indonesia. Tapi tugas belum betul-betul tuntas. Tahun ini kita memperingati Sumpah Pemuda dengan kenyamanan yang terampas, sebab ada kegeliasahan baru, sebab ada idelisme yang terpasung di alam kenyataan, sebab cita-cita reformasi seperti hilang lenyap dalam retorika politik.

Masa transisi yang tengah kita alami ini boleh jadi merupakan awal dari bencana besar yang mungkin akan menimpa bangsa kita di masa depan. Seperti ketika arogansi berhadap-hadapan dengan kenyataan bahwa negara kita sedang menghampiri kebangkrutannya, seperti ketika semangat memberantas KKN berhadap-hadapan dengan semangat balas dendam atas kemiskinan masa lalu. Seperti ketika demokrasi dan keterbukaan serta dialog berhadap-hadapan dengan semangat balas dendam atas marginlisasi politik masa lalu.

Pemerintahan Mega sekarang, menurut saya, tidak akan mungkin bisa menegakkan hukum dengan baik. Karena; pertama, dia membawa dendam masa lalu, baik dendam atas kemiskinan atau dendam atas marginalisasi politik di masa lalu. Itu tidak mungkin, dan lebih parah lagi dia memang tidak mau. Kita tidak bisa berharap dari pemimpin yang `nervous' di depan kekuasaan dan uang.

Ada masalah dalam bangsa kita, pertama dalam hal konsistensi yakni masalah penyimpangan di ujung jalan atau di tengah jalan. Pemimpin yang diasumsikan lurus ternyata membuyarkan seluruh harapan masyarakat. Itu juga yang mungkin terjadi sekarang. Mereka yang meretas jalan, tapi mereka pula yang merubuhkan panggungnya sendiri. Begitu seterusnya. Maka sudah saatnya kita berfikir bahwa kita yang meretas jalan, kita juga yang akan mengisi panggung itu seterusnya.

Kedua, rakyat ini tidak punya firasat. Ketika kita mencalonkan seorang, atau setidak tidaknya menitipkan harapan pada seorang calon pemimpin, kita tidak mempunyai firasat tentang orang itu, bahwa orang itu bisa jadi gagal mengantar bangsa untuk menyelesaikan sebagian dari persoalan selama ini. Jadi terlepas dari perhitungan-perhitungan politik, pada dasarnya semua akan tergantung pada firasat kita terhadap seseorang. Dan kalau rakyat tidak mempunyai firasat tentang orang yang dicalonkannya, itu berarti mereka tidak mengenal dirinya sendiri. Dan ini berhubungan dengan hadits Nabi: “Kalau Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan mengangkat orang yang terbaik dari kaum itu sebagai pemimpin mereka, dan kalau Allah membenci suatu kaum maka Dia akan mengangkat orang yang terjahat menjadi pemimpin kaum itu”.

Kita, anak-anak muda yang telah menunaikan sebagian dari tugas sejarah, sekarang harus segera kembali mengkonsolidasikan diri, mencabut harapan pada pemerintahan ini,
dan segera mematangkan diri secara dini, kemudian berkata dengan yakin kepada bangsa ini:

Tuntaskan reformasi
Percepat alih generasi
Dan pertahankan keutuhan Indonesia.


Mungkin memang harus begini kejadiannya. Bahwa sejarah menghendaki kita melangkah lebih cepat untuk menyelamatkan bangsa ini. Kita harus kembali penuhi jalan-jalan. Tanpa mengurangi rasa hormat, barangkali merupakan dosa untuk terus mempercayai tugas sejarah ini kepada orang-orang tua kita sekarang. Maka, biarlah dengan sedikit memaksakan diri kita berkata kepada mereka: beri kami lebih banyak kesempatan untuk terlibat, dan izinkan kami menata ulang taman Indonesia, biar kami buat kalian tersenyum sebelum senja tiba.

Perubahan-perubahan besar dalam sejarah pada mulanya tampak seperti kabut yang menghalangi cahaya matahari turun ke bumi. Itu yang membuat banyak orang ragu-ragu untuk melakukannya. Tetapi apabila masyarakat sudah mulai resah akibat lilitan berbagai macam problema, percayalah Anda bahwa keresahan itu adalah awal dari ledakan energi peradaban.

Dulu Rasulullah bersabda: “Para pemuda bersekutu denganku dan orang-orang tua memusuhiku”. Seperti sepotong sajak Taufik Ismail (1998) kepada mereka:
Seluruh jajaran aparat kenegaraan di atas umur tiga puluh sudah bersedia berdiri ke
pinggir secara menyeluruh.
Bangsa kini dipimpin oleh anak-anak muda yang sebenar bersih.
Kami muncul lewat tahun-tahun pengalaman yang sangat pedih.

ADE_AcilDahgEde
Kelas 4 SD
Kelas 4 SD

Male
Number of posts : 500
Age : 32
Location : Under Your Bed...
Job/hobbies : Abdi Negara, pemain sepakbola amatir...
Registration date : 2007-11-12

http://profiles.friendster.com/ankcilbotakygbencipaprika

Back to top Go down

Re: IZINKAN KAMI MENATA ULANG TAMAN INDONESIA -Anis Matta-

Post by ADE_AcilDahgEde on Mon Apr 14, 2008 11:09 am

Woy temen2...
serius dikit nyoook...
itung2 memperingati 100 tahun kebangkitan Bangsa Indonesia nih...(sejarahnya katanya agak rancu nih tentang kebangkitan nasional)

Subhanallah gw selalu kagum kalo baca tulisan2nya Anis matta...
bener2 menggerakan jiwa...
sayangnya...
Jiwa yang udah tergerak ini kadang ga dibarengi mumpuninya kecerdasan otak gw, dan semangatnya fisik gw untuk bergerak...
Mungkin karena memang gw ga terbiasa (dipaksa) berpikir kritis dan strategis seperti pejuang2 diluar sana...

Sekedar berbagi pengalaman aja, akhir2 ini gw "dipertemukan" dengan teman2 yang bener2 bisa ngebakar semangat gw untuk jadi individu yang jauh lebih baik, yang menyadarkan gw bahwa potensi kita sebagai anak muda tu besar banget, yang ngingetin gw bahwa perubahan untuk Indonesia yang lebih baik tu ada ditangan kita, anak muda!!!

Sekarang Jiwa udah tergerak, semangat fisik udah ada, tinggal proses mencerdaskan otak pas2an gw yang semakin corrupt oleh keadaan gw selama ini...

Mungkin gw terlalu content dengan kondisi gw selama ini, sekolah gratis, kerjaan langsung dapet, duduk dikantor ber-AC seharian. Semuanya itu sepertinya yang mengikis rasa empati gw, kesadaran gw kalo sebenernya gw punya tanggung jawab yang besar (dalam banyak hal)...

Pertanyaan retorika yang masih terngiang dan jadi pelecut semangat untuk gw sendiri adalah : "Ngapain aja gw selama ini??" Fiuh...emang gampang yah ngomong doang, susah banget mraktekinnya...Emang belom terbiasa kali ya, untuk berubah, butuh maksain diri, biar semangat ini ga redup lagi ditengah jalan...

Sekarang akuin aja lah, negara ini lagi "sakit", orang2 yang kita percaya dan kita pilih lewat PEMILU belum bisa memenuhi harapan rakyat secara maksimal, entah karena terlalu banyak hal yang mereka urusin sampe2 ada yang tertidur waktu presiden bicara...
Pertanyaannya, sekarang peran kita sampe mana??
Jadi individu yang punya peran kecil untuk perbaikan?
Jadi individu yang cuma diam aja duduk di bangku penonton, dan melihat sejauh mana bangsa ini bisa bertahan?
Atau malah jadi individu yang semangat banget berteriak2 "pemerintah kurang kerjaan nutupin situs porno!!!"?

Pilihannya ga berhubungan yah?? hahaha, sebenernya jawabannya ada pada diri masing2 kali yah...
Tapi gw yakin,
selama temen2 disini masih sedih dan miris ngeliat anak2 kecil ngamen, dan menggigil jadi ojek payung kalo ujan2...
selama dalam hati kecil lo ada suara yang bilang "ada yang ga beres nih di negara ini"...
selama masih ada perasaan kesel sama koruptor yg belom ketangkep dan perasaan seneng kalo ada yang ketangkep...
kita masih punya semangat itu...
semangat untuk memperbaiki diri, lingkungan, bahkan negara...
dan semangat itu lah yang bisa membuka pintu pertama potensi kita sesungguhnya!!!

Jadi... kawan, sahabat, saudaraku...Semangat!!!


(bersambung)

ADE_AcilDahgEde
Kelas 4 SD
Kelas 4 SD

Male
Number of posts : 500
Age : 32
Location : Under Your Bed...
Job/hobbies : Abdi Negara, pemain sepakbola amatir...
Registration date : 2007-11-12

http://profiles.friendster.com/ankcilbotakygbencipaprika

Back to top Go down

Re: IZINKAN KAMI MENATA ULANG TAMAN INDONESIA -Anis Matta-

Post by sap7 on Mon Apr 14, 2008 11:34 pm

amin...

sap7
Kelas 2 SMP
Kelas 2 SMP

Male
Number of posts : 852
Age : 32
Location : Jakarta Indonesia
Job/hobbies : jakarta govt
Registration date : 2007-11-09

http://www.facebook.com/home.php?#!/ssatriaputra

Back to top Go down

Re: IZINKAN KAMI MENATA ULANG TAMAN INDONESIA -Anis Matta-

Post by maye on Tue Apr 15, 2008 2:34 pm

YESSSS!!!

maye
Kelas 1 SMP
Kelas 1 SMP

Number of posts : 796
Registration date : 2007-11-13

Back to top Go down

Re: IZINKAN KAMI MENATA ULANG TAMAN INDONESIA -Anis Matta-

Post by andika/15.25.ipa2 on Thu Apr 17, 2008 5:32 pm

merdeka...

andika/15.25.ipa2
Kelas 4 SD
Kelas 4 SD

Male
Number of posts : 451
Age : 32
Location : old trafford
Job/hobbies : pelayan/menyapu, mencuci, masak,..
Humor : gak punya selera humoryg tinggi, jrg ketawa
Registration date : 2007-11-13

Back to top Go down

Re: IZINKAN KAMI MENATA ULANG TAMAN INDONESIA -Anis Matta-

Post by Eine on Thu Apr 24, 2008 2:24 pm

Alhamdulillah....

Eine
Bendahara Sekolah
Bendahara Sekolah

Female
Number of posts : 950
Age : 32
Location : Jakarta & sekitarnya
Job/hobbies : Librarian - Kantor Advokat Kailimang-Ponto, Menara Kuningan.
Registration date : 2007-11-01

http://kaki-sara.blogspot.com

Back to top Go down

Re: IZINKAN KAMI MENATA ULANG TAMAN INDONESIA -Anis Matta-

Post by Eine on Thu Apr 24, 2008 2:26 pm

Omong-omong artikel di atas tentang apa ya? Maap, gw belum baca.. Razz

Eine
Bendahara Sekolah
Bendahara Sekolah

Female
Number of posts : 950
Age : 32
Location : Jakarta & sekitarnya
Job/hobbies : Librarian - Kantor Advokat Kailimang-Ponto, Menara Kuningan.
Registration date : 2007-11-01

http://kaki-sara.blogspot.com

Back to top Go down

Re: IZINKAN KAMI MENATA ULANG TAMAN INDONESIA -Anis Matta-

Post by Eine on Thu Apr 24, 2008 2:42 pm

Hohoho...aku sudah baca lho!! Menarik, Bung Ade.

Frankly, setelah baca tulisan yang diantaranya menyebut tentang hati yang gelisah karena idealisme yang terpasung, barulah gw paham bahwa ternyata idealisme gw sedang terpasung.

Selain melawan arus (yang gencar menerjang penuh dengan korupsi dan paksaan utk menyenangkan birokrasi dan bingung mana yang zalim & mana yang dizalimi),gw makin ingin untuk semakin mandiri, mencoba menyumbangkan sesuatu, meski kecil, untuk bangsa gw. Gak melulu menuding pemerintah gak bener, tapi lebih berusaha untuk gw-nya aja dulu yang lebih bener. Jalan di zebra cross, misalnya. Letaknya nyusahin, but i did the right thing.

Menuduh pemerintah zalim dan menjadikan tuduhan itu sebagai pembenaran untuk berbuat kecurangan sama sekali bukan alasan yang bisa gw cerna.

Ayo, yang berani!

Eine
Bendahara Sekolah
Bendahara Sekolah

Female
Number of posts : 950
Age : 32
Location : Jakarta & sekitarnya
Job/hobbies : Librarian - Kantor Advokat Kailimang-Ponto, Menara Kuningan.
Registration date : 2007-11-01

http://kaki-sara.blogspot.com

Back to top Go down

Re: IZINKAN KAMI MENATA ULANG TAMAN INDONESIA -Anis Matta-

Post by Ayu Puspita on Fri Apr 25, 2008 9:58 pm

panjang banget...

bdw, sekarang keknya udah jarang deh Ne, nyebrang di zebra cross...seringan juga lewat jembatan penyebrangan (krna naek transjakarta..). tapi yg jelas lewat tu jembatan juga ngeri, pada bolong2 gitu, musti ati2 deh, terutama yg di benhil..hiihh...jembatan kok kroak-kroak gitu...bisa celaka klo ga liat2...

bener lho...udah saatnya brenti minta dimengerti...
mulai aja dari diri sendiri...
buang sampah pada tempatnya, matiin lampu, matiin keran air..hemat bbm, reduce, reuse, recycle lah pokonya! lho kok jadi kesitu ya nyambungnya..
gara2 nonton an inconvenient truth nih...

Ayu Puspita
Mahasiswa Semester 2
Mahasiswa Semester 2

Female
Number of posts : 1469
Age : 32
Location : Indonesia
Registration date : 2007-11-25

http://www.yahoo.com

Back to top Go down

Re: IZINKAN KAMI MENATA ULANG TAMAN INDONESIA -Anis Matta-

Post by Sponsored content Today at 6:48 am


Sponsored content


Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum