Latest topics
» Assalamualaikum
Sat Nov 09, 2013 10:41 pm by umam

» Selamat Pagi
Fri Nov 08, 2013 1:50 pm by Tertio_kd

» Test dulu
Thu Nov 07, 2013 10:12 am by tanti

» Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H
Tue Sep 07, 2010 9:30 am by Meitina (MeTz)

» Let's Talk About Money!
Thu Sep 02, 2010 8:17 pm by irman.restiadi

» Kerugian Akibat Kurang Tidur
Thu Aug 26, 2010 7:06 pm by Ayu Puspita

» Kok sepi lagi....?
Thu Aug 26, 2010 7:03 pm by Ayu Puspita

» Vacation to Pulau Tidung
Thu Aug 26, 2010 3:41 pm by Eine

» Popok Kain a.k.a. Cloth Diaper Pempem!
Thu Aug 26, 2010 3:33 pm by Eine

Poll

Apa tujuan kamu gabung Forum 2002..?

59% 59% [ 22 ]
11% 11% [ 4 ]
8% 8% [ 3 ]
11% 11% [ 4 ]
11% 11% [ 4 ]
0% 0% [ 0 ]

Total Votes : 37

Who is online?
In total there is 1 user online :: 0 Registered, 0 Hidden and 1 Guest

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 40 on Wed Jul 07, 2010 4:03 pm

9 tentang Global Warming

View previous topic View next topic Go down

9 tentang Global Warming

Post by sap7 on Wed May 07, 2008 8:44 pm

Seperti yang Cinta Laura pernah bilang... 'Global Warming is Coooool'

[dari milis lain]

9 Kebohongan tentang global warming
Posted by: "Naufal_arc" naufal_arc@... naufal_arc


9 Kebohongan tentang global warming

1. Karbondioksida adalah polutan
Karbondioksida merupakan gas non-toksik yang tidak berwarna, tidak
berbau, dan tidak berasa yang penting bagi semua kehidupan di bumi.
Semua tumbuh-tumbuhan hijau memerlukan karbondioksida untuk proses
fotosintesis yang akan menghasilkan makanan bagi tumbuhan dan oksigen
bagi manusia dan hewan. Dengan meningkatnya karbondioksida maka
kecepatan pertumbuhan tanaman juga akan meningkat. Contohnya,
meningkatnya konsentrasi karbondioksida di atmosfer dari 325 ppmv
(parts per million by volume) pada tahun 1970 menjadi 375 ppmv saat
ini, menjadikan hasil panen gandum Australia meningkat selama 30 tahun
terakhir, yang merupakan bagian dari pengayaan karbondioksida.

2. Abad ke 20 merupakan abad terpanas dalam sejarah dan dekade
1990-2000 merupakan yang terpanas

Konferensi pers atas peluncuran Third Assessment Report oleh IPCC
(Intergovernmental Panel on Climate Change) menunjukkan grafik
temperatur belahan bumi utara dari tahun 1000 sampai 2000, grafik ini
dikenal sebagai Mann's Hockey Stick. Dari tahun 1000-1900 temperatur
belahan bumi utara digambarkan mendingin 0.2=B0C. Dari tahun 1900-2000
temperatur menghangat 0.6=B0C.
Tujuan dari grafik ini untuk meligitimasi klaim bahwa pemanasan pada
abad ke-20 merupakan kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya;
yaitu karena emisi anthropogenik (ulah manusia) karbondioksida; yang
menuntut kebijakan dekarbonisasi harus diimplementasikan secepatnya.

Tapi, periode Medieval Warm Period, dari tahun 800 sampai 1300,
periode yang cukup hangat dimana Vikings dapat mendirikan koloni di
Greenland yang berlangsung selama 300 tahun, tidak dimasukkan kedalam
grafik!!! Periode Little Ice Age dari tahun 1560 sampai 1850 juga
dihapus dari grafik ini.

Medieval Warm Period ini merupakan fenomena global. Pada periode ini,
Eropa menikmati kemakmuran pertanian dengan melimpahnya makanan dan
pesatnya pertumbuhan populasi. Kala itu mereka membuat proses besar
dibidang teknologi, penemuan seperti jam mekanik dan kincir angin,
pendirian katedral besar, dan pembangunan kota dagang seperti Venice,
Amsterdam, dan London. Merupakan suatu ironi bahwa para global warmers
harus menghapus era yang luar biasa ini dari kampanye mereka.

3. Bukti yang menyatakan emisi anthropogenik (ulah manusia)
karbondioksida menentukan pemanasan saat ini

Jika kita memplotkan temperatur global dan konsentrasi karbondioksida
di atmosfer pada periode 1970-2000, kita akan mendapatkan korelasi
yang beralasan, dan tampak masuk akal untuk mengatakan bahwa emisi
anthropogenik yang menyebabkan pemanasan global. Korelasi yang baik
tidak membuktikan sebab akibat antar dua variable, dan yang lebih
penting, jika kita memperluas skalanya dan memplotkan konsumsi bahan
bakar fosil (yang mewakili emisi anthropogenik) dengan perubahan
temperatur dari 1860 sampai 2000, kita akan melihat tidak ada korelasi
sama sekali. Perhatikan grafik ini!!!

Perhatikan disini temperatur global meningkat dari 1860 sampai 1875,
kemudian mendingin sampai 1890, meningkat sampai 1903, turun sampai
1918, dan meningkat drastis sampai 1941-42. Kita lalu mengalami
pendinginan yang panjang sampai 1976, tahun dimana Pasific Climate
Shift, dan sejak itu temperatur meningkat kira-kira 0.4=B0C. Tidak ada
korelasi antara kurva temperatur dan kurva anthropogenik CO2 selama
lebih dari 140 tahun!

4. Konsensus ilmiah yang menyatakan emisi anthropogenik CO2 telah
menyebabkan pemanasan global yang signifikan dan harus segera dibatasi
untuk mencegah malapetaka di masa depan

Beberapa hari sebelum COP (Conference of the Parties), sebuah
pertemuan negara-negara yang meratifikasi UNFCCC (United Nation
Framework Convention on Climate Change), yang diselenggarakan di
Buenos Aires Desember 2004, Jurnal Science dipublikasikan Dr Naomi
Oreskes, professor di University of California di San Diego. Dia
mengklaim telah menganalisis abstrak =96 menggunakan keywords `climate
change'- dari semua paper ilmiah yang terdaftar pada ISI database pada
dekade 1993-2003. Tujuh puluh lima persen dari 928 abstrak yang dia
analisis (yaitu 695) masuk kedalam kategori `baik secara implisit atau
eksplisit menerima pandangan konsensus'. Untuk pertama kalinya bukti
empiris menunjukkan kebulatan suara dengan konsensus terhadap emisi
anthropogenik pada global warming.

Dr Benny Peiser dari John Moores University di Liverpool memutuskan
untuk meniru studi ini. Dia menemukan bahwa pencarian pada ISI
database menggunakan keyword `climate change' dari tahun 1993-2003
menunjukkan hampir 12.000 paper yang dipublikasikan dipertanyakan.
Orekes kemudian mengakui bahwa dia menggunakan keywords `global
climate change'. Hal ini mengurangi paper yang di-review menjadi 1247
yang mana yang telah diabstrakkan berjumlah 1117.
Dari 1117 abstrak, hanya 13 (1%) yang secara eksplisit mendukung
`pandangan konsensus'. Tiga puluh empat abstrak ditolak atau
dipertanyakan tentang pandangan bahwa manusia adalah pendorong utama
`pemanasan selama lebih dari 50 tahun pengamatan'.
Orakes mengklaim bahwa `tidak ada satupun paper yang menentang [bahwa
climate change saat ini alami]. Tapi, 44 paper menekankan bahwa faktor
alam memainkan peranan penting ,jika tidak, merupakan kunci dari
climate change saat ini.

Dr Preiser mengirim surat ke Science untuk memuat hasil
investigasinya. Science menolak untuk mempublikasikannya.

Hendrik Tennekes, ahli fisika turbulen dunia, yang baru pensiun dari
Director of Research, Royal Netherlands Meteorological Institute:

Kekolotan para ahli climate menyebabkan kesalahpahaman yang disebabkan
oleh pembicara, seperti yang dilakukan IPCC, tentang dasar ilmiah
Climate Change. Karena itu, saya merespon ideology itu dengan
menyatakan bahwa tidak mungkin fisika dapat menghasilkan dasar ilmiah
yang dapat diterima secara universal untuk digunakan untuk mengambil
kebijakan tentang climate change.

Garth Paltridge dari Australia, ilmuan terkemuka yang telah pensiun
dari jabatannya sebagai Director of the Antarctic CRC and IASOS di
University of Tasmania, berkomentar:

Tiap laporan [IPCC Assessment Report] diutarakan dengan cara tertentu
agar tampak lebih meyakinkan dibandingkan laporan terakhir bahwa
pemanasan rumah kaca berpotensi menyebabkan bencana kemanusiaan.
Keyakinan itu tidak berasal dari cabang ilmu manapun. Tapi itu
merupakan fungsi dari betapa kuatnya pernyataan tentang global warming
diutarakan tanpa mendapat sanggahan dari komunitas ilmuan. Selama
bertahun-tahun, opini dari komunitas itu telah dimanipulasi
setidak-tidaknya mendukung secara pasif kampanye untuk mengisolasi =96
dan tentu saja memperburuk =96 keraguan ilmiah diluar pusat aktifitas
IPCC. Audiens telah diposisikan untuk menerima. Dengan demikian mereka
secara bertahap menjadi lebih mudah untuk menjual bencana efek rumah kaca.

sap7
Kelas 2 SMP
Kelas 2 SMP

Male
Number of posts : 852
Age : 32
Location : Jakarta Indonesia
Job/hobbies : jakarta govt
Registration date : 2007-11-09

http://www.facebook.com/home.php?#!/ssatriaputra

Back to top Go down

Re: 9 tentang Global Warming

Post by sap7 on Wed May 07, 2008 8:45 pm

5. Emisi anthropogenik CO2 dan penyebab global warming yang lain
bertanggung jawab tidak hanya pada peningkatan temperatur dan
kekeringan, tapi juga terhadap meningkatnya badai salju, salju yang
tidak pada musimnya, dan cuaca yang membekukan. Mereka juga
bertanggung jawab terhadap meningkatnya jumlah angin topan.

Tahun-tahun belakangan ini Amerika Utara, UK, dan Eropa Utara
mengalami musim dingin yang parah (tapi tidak separah musim dingin
1946-47), menyebabkan cerita global warming mulai terlihat usang.
Sehingga kata `climate change' menggantikan global warming, dan
penjelasan diletakkan di awal untuk menjelaskan mengapa peningkatan
emisi anthropogenik CO2 dapat menyebabkan musim dingin yang parah dan
juga musim panas yang terlalu panas. Puncak kampanye ini adalah film
The Day After Tomorrow yang memperlihatkan New York dibanjiri salju
dan es ketika global warming memicu datangnya jaman es berikutnya.

Salah satu argumen yang sering dipakai adalah berhentinya arus teluk
(Gulf Stream) oleh global warming beserta akibatnya yang menghebohkan
seluruh Eropa. Carl Wunsch, Professor of Physical Oceanography pada
MIT dan ahli kelautan dunia menyatakan:

Satu-satunya cara untuk menghasilkan sirkulasi laut tanpa arus teluk
adalah dengan cara mematikan sistem angin atau menghentikan rotasi
bumi, atau keduanya.

Beberapa bulan lalu (artikel ini dirilis Februari 06) di Florida,
Louisiana dan Texas muncul beberapa angin topan besar. Katrina,
khususnya, menyebabkan kerusakan yang luar biasa di New Orleans.
Sekali lagi para global warmers dengan cepat menyalahkan ini semua
pada global warming dan emisi anthropogenik. Swiss Re dan Munich Re
adalah dua perusahaan asuransi besar yang melakukan semua yang mereka
bisa untuk mendukung argumen yang menyatakan anthropogenik CO2 sebagai
biang keladinya.
Tidak ada bukti yang mendukung hal ini. Tidak ada korelasi antara
kejadian dan keparahan angin topan dengan konsentrasi CO2 di atmosfer.
Pembayaran klaim asuransi tentu saja meningkat. Hal ini karena warga
Amerika bermigrasi ke daerah selatan yang lebih hangat. Florida
mempunyai populasi 20 juta jiwa dan nilai real estate di daerah ini
juga tentu ikut meningkat.

6. Karena emisi anthropogenic, es kutub mencair dan permukaan laut
meningkat. Peningkatan permukaan air laut dapat menenggelamkan
negara-negara yang berada di Pasifik dan Samudra Hindia (gw =96 wah jg2
indonesia juga)

Sebelum pertemuan AP6 di Sydney pada 11-12 Januari 06 (the Asia
Pacific Partnership on Clean Developtment and Climate, APPCDC),
permintaan perhatian dilakukan oleh perwakilan Pacific Island States.
AOSIS (Alliance of Small Island States) mengklaim, karena global
warming, permukaan air laut meningkat, pulau-pulau mereka kini berada
di bawah permukaan air, dan permintaan khusus kepada Pemerintah
Australia adalah untuk memberikan visa permanen kepada warga negara
tersebut.

Masalahnya adalah tidak ada bukti yang mendukung klaim mereka. The
South Pacific Sea Level and Monitoring Project, menemukan tidak adanya
bukti kenaikan permukaan air laut.

Morner dan timnya melakukan investigasi yang mendalam pada klaim yang
dibuat oleh IPCC bahwa Pulau Maldive di Samudra Hindia beresiko atas
kenaikan permukaan air laut yang dipercepat oleh global warming. Dia
menemukan bukti kuat bahwa permukaan air laut di pulau Maldive turun
selama 30 tahun terakhir, dan dulunya pulau tersebut beserta
penghuninya selamat dari peningkatan permukaan air laut. Yang jarang
disinggung yaitu bahwa banyak dari pulau ini berada dekat perbatasan
lapisan kerak bumi, yang pergerakannya bertanggung jawab atas naik
turunnya pulau tersebut terhadap permukaan air laut.

Global warmers berpendapat kenaikan permukaan air laut disebabkan oleh
mencairnya es kutub dan oleh karena itu permukaan air laut juga
meningkat. Tampaknya para global warmers tidak mengerti bahwa Es
Arctic mengapung di laut Arctic, yang menghasilkan perbedaan kecil
apakah ini berada pada bentuk es atau bentuk cair. Bentuk es (padat)
mempunyai kepadatan 90% dari bentuk cair dan mengapung di dalam air.

Kapanpun tayangan tentang kenaikan permukaan air laut muncul di TV,
kita melihat gunung es lahir dari retakan lapisan es. Kita tidak
melihat salju turun diatas lapisan es Antarctic beberapa ribu meter
tingginya di atas permukaan laut dimana temperaturnya jarang sekali
berada di atas titik beku. Pengamatan satelit pada lapisan es
Greenland menunjukkan penebalan bukan pengurangan, dan lapisan es
Antarctic mendekati keseimbangan.

7. Kecuali emisi anthropogenik CO2 dikurangi 50-60 persen dari tingkat
yang sekarang pada tahun 2050, maka pada tahun 2100 anak cucu kita
akan menahan temperatur global antara 1.4 sampai 5.8=B0C lebih panas
dari sekarang

Klaim ini berdasarkan proyeksi yang berasal dari model yang dijalankan
oleh computer canggih yang ditujukan untuk mensimulasikan respon
atmosfer terhadap perubahan konsentrasi CO2. Klaim bahwa computer
dapat melakukan ini dan menghasilkan hasil yang berarti dianggap omong
kosong oleh ilmuan dalam bidang mekanika cairan, numeric modelling
sistem kompleks, dan dalam bidang iklim.

Misalnya, Hendrik Tennekes, menulis:

tugas untuk menemukan semua mekanisme umpan balik non linier dalam
mikrostruktur keseimbangan radiasi mungkin seperti mencari jarum dalam
jerami. Ketaatan buta pada ide miring bahwa model iklim dapat
dihasilkan mendekati aslinya melalui simulasi iklim adalah alasan
utama mengapa saya tetap skeptis pada climate change. Dari latar
belakang saya dalam bidang turbulensi saya menunggu hari hari dimana
model iklim akan dijalankan dengan resolusi kurang dari satu
kilometer. Masalah ramalan mengerikan dari aliran turbulen kemudian
akan menurun pada ilmu iklim sebagai balas dendam.

Reid Bryson, Emeritus Professor di University of Winconsin, dan
dianggap oleh banyak ahli klimatologi sebagai `bapak klimatologi' menulis:

Sebuah model tidak lebih dari pernyataan formal tentang apa yang
dipercaya si pembuat model mengenai bagian dunia yang dikerjakannya= 85
mungkin butuh bertahun-tahun sebelum kapasitas pengetahuan manusia dan
computer cukup untuk membuat simulasi yang beralasan=85 model yang
digunakan mempunyai kesalahan yang sama, tapi hal ini tidak
mengejutkan, karena pada dasarnya model yang satu adalah cloning dari
yang lain.

Bill Kininmonth dari Australia, direktur dari the National Climate
Centre dari tahun 1986 sampai 1998 menulis:

Kemampuan yang tampak pada computer model untuk mensimulasikan
temperatur permukaan global dari abad 20 muncul dengan banyak asumsi
dan kelemahan. Walupun IPCC membela diri, tidak mustahil untuk
mengisolasi gas rumah kaca anthropogenik sebagai penyebab (atau bahkan
penyebab utama) untuk mengamati pemanasan pada dua dan paruh dekade
abad 20. Peningkatan glasier gunung sampai pertengahan abad 19, dan
keberadaan mereka mundur, menunjuk ke arah proses alam skala besar
yang secara sistematis mempengaruhi sistem iklim dalam jangka waktu
yang lama. Apakah sistematis proses adalah proses internal iklim atau
sebuah akibat dari luar, atau kombinasi keduanya, tidak dapat
ditentukan dengan tingkat kepercayaan berapapun berdasarkan data dan
alat analisis yang ada. Sudah sewajarnya, respon sensitif dari
temperatur bumi terhadap serangan gas rumah kaca tidak dapat
diskalakan dengan merekomendasikan kepada besarnya peningkatan
temperatur global saat ini dan serangan dari gas rumah kaca
anthropogenik seperti yang ditunjukkan dalam simulasi model komputer
dari abad ke 20.

8. Penyakit daerah tropis seperti malaria dan Demam Berdarah Dengue
akan menyebar ke daerah beriklim sedang

Dalam kebohongannya, klaim yang satu ini mengherankan. Segera setelah
IPCC mengeluarkan argumen ini pada tahun 1995, diantara sekian banyak
kasus, kasus Oliver Cromwell yang meninggal karena malaria di London
pada September 1658 pada periode dingin yang istimewa di Inggris
dijadikan alasan. Paul Reiter, mantan Chief of the Entomology Section,
Dengue Section, di US Centre for Disease Control and Prevention di San
Juan, dan sekarang pada Pasteur Institute di Paris menulis tentang
malaria di Inggris dan Eropa Utara selama abad ke 17. Diskusinya
tentang malaria memberikan pengetahuan yang sangat menarik tentang
resiko hidup di daerah berpaya-paya seperti di daerah Westminster dan
di muara pesisir Thames.
Profesor Reiter berkomentar atas diskusi malaria dalam Second
Assessment Report-nya IPCC:

Literature ilmiah tentang penyakit yang disebabkan nyamuk sangatlah
banyak, namun referensi babnya terbatas pada artikel ringan, banyak
yang malah tidak jelas, dan hampir semuanya memberi kesan meningkatnya
angka kejadian penyakit ini pada iklim yang menghangat. Kekurangan
informasinya tidaklah mengejutkan : belum ada peneliti yang menulis
riset paper tentang masalah ini! Lebih lagi, 2 dari penulis yang
adalah dokter, telah menghabiskan hampir seluruh karirnya sebagai
aktivis lingkungan. [salah satunya telah mempublikasikan artikel
`profesional' sebagai `ahli' dalam 32 bidang, mulai dari keracunan
merkuri sampai ranjau darat, globalisasi sampai alergi, dan virus West
Nile sampai AIDS]

Salah satu penulis yang berkontribusi adalah seorang entomologi, yang
juga seorang yang menulis artikel yang tidak jelas tentang DBD dan El
Nino, tapi yang paling menarik adalah artikel tentang keefektifan helm
pada kecelakaan motor (ditambah satu paper tentang efek telepon
seluler pada kesehatan).

Reiter menunjukkan bahwa malaria dan penyakit tropis lainnya
membutuhkan kondisi-kondisi tertentu selain temperatur dalam
penyebarannya. Contohnya, dia telah menganalisis perbatasan
Texas-Meksiko, dimana DBD lazim ditemukan di Meksiko dan jarang di
Texas meskipun kondisi lingkungannya mirip. Yang membedakan hanyalah
kondisi kehidupannya.

9. Mematikan pembangkit listrik tenaga batubara dan menggantinya
dengan sumber yang dapat diperbaharui seperti kincir angin dan tenaga
matahari(atau bahkan tenaga nuklir) tidak akan menyebabkan kerugian
ekonomi

Ahli lingkungan bertahan menolak dampak ekonomi yang disebabkan
dekarbonisasi. Di satu pengertian khusus mereka secara teoritis benar.
Jika kita semua secara sukarela naik sepeda daripada motor; jika kita
mau aliran listrik hanya mengalir di saat angin bertiup saja; jika
kita siap untuk tidak memakai pupuk dan traktor lagi; jika kita siap
untuk hidup seperti jaman nenek moyang kita dahulu di abad ke 19; kita
semua masih dapat bekerja, walaupun bekerja di malam hari akan menjadi
sulit karena tidak adanya listrik.

Harga yang harus dibayar Australia jika membuang energy listrik
berbasis batubara adalah sebagian besar industri ekspor akan mengalami
kematian, yaitu pertambangan, pengolahan metal, pertanian, dan
pengolahan makanan, yang membutuhkan energi besar dan menghasilkan
untung dari penghematan energy. Energi berbasis batubara di Australia
seharga $30-$40 per megawatt jam (MWh). Tenaga nuklir seharga $70-$80
per MWh, dua kali lipatnya. Kincir angin, yang menghasilkan listrik
hanya jika angin bertiup, seharga $80-$130 per MWh, dan membutuhkan
backup yang dapat diandalkan dan tentu saja menjadi tidak ekonomis.
Energy matahari seharga antara $300-$500 per MWh dan tersedia hanya
jika matahari bersinar.

Sejumlah ekonom (di Australia) telah menaiki kereta global warming
dalam rangka mempromosikan yang mereka sebut mekanisme pasar untuk
mereduksi emisi karbon. Perdagangan emisi merupakan proposal yang
murah. Semua rencana kotor ini berbeda-beda di pasaran, misalnya
lisensi taksi. Setiap kota besar di Australia mempunyai lisensi yang
membatasi jumlah taksi yang beroperasi. Hal ini menciptakan faktor
tambahan yang meningkatkan nilai lisensi taksi, dan lisensi ini
diperdagangkan dengan total order $250.000. Jika peraturan yang
menyatakan pengemudi taksi harus memiliki lisensi dihapuskan, nilai
lisensi akan menjadi nol.

Lisensi ini menimbulkan pajak yang harus dibayar oleh pengguna taksi.
Lisensi emisi untuk pembangkit energi atau kilang minyak akan
dijalankan dengan cara yang sama. Yang tidak diketahui adalah seberapa
besar pajak pada emisi karbon akan ditetapkan supaya pengguna listrik
mau mengurangi konsumsi listrik mereka sampai batas yang ditetapkan.
Contoh pengguna listrik besar misalnya peleburan aluminium dan pupuk
tanaman, akan memindahkan perusahaan mereka ke negara lain. Perusahaan
automobile Australia, yang sudah terancam oleh kompetisi
internasional, akan ditutup. Dan efek dominonya akan menyebar ke
seluruh ekonomi Australia menyebabkan pengangguran pada sektor
industri pada awalnya dan kemudian merambah ke sektor lain (penulis
artikel ini dan organisasinya berasal dari Australia).

Dampak ekonomi tersebut juga akan berdampak pada politik. Tidak akan
ada pemerintah yang memperkenalkan pajak karbon ini yang akan menang
di pemilu, sementara itu dampak yang dibawa akan berlangsung lama.

Kesimpulan

Penipuan global warming telah menjadi peristiwa ilmiah paling luar
biasa setelah periode perang. Begitu banyak orang, dan institusi,
telah terperangkap dalam jaring ketidakjujuran, terkuasai pikirannya
oleh aktivis lingkungan melalui NGO (non government organization) dan
manipulasi mereka pada proses-proses IPCC, bahwa integritas ilmiah
barat pada kondisi beresiko serius. Pembongkaran jaring ini akan
menyebabkan banyak individu kehilangan reputasinya, tapi yang lebih
penting, dalam merestrukturisasi institusi-institusi ilmiah yang telah
mengikatkan reputasi mereka pada IPCC. Masalah tersebut sekarang
menjadi agenda politik.

By Ray Evans

sap7
Kelas 2 SMP
Kelas 2 SMP

Male
Number of posts : 852
Age : 32
Location : Jakarta Indonesia
Job/hobbies : jakarta govt
Registration date : 2007-11-09

http://www.facebook.com/home.php?#!/ssatriaputra

Back to top Go down

Re: 9 tentang Global Warming

Post by dendi on Fri May 09, 2008 10:34 pm

banyak amat sap...!!!
tapi gw nilai sebenernya kl orang Indonesia itu cerdas n memiliki keimanan yang baik... kita bisa membisniskan kondisi "global warming" dengan menjual carbondioksida/carbonmonoksida, sesuai "Protokol Kyoto", ke negara2 maju...!!!
masalahnya hutan2nya pada ditebangin secara ilegal!!!
padahal sejumlah pohon dalam area seluas waduk atau danau buatan itu akan jauh lebih baik!!! bahkan 1 pohon yang rindang itu dapat menyimpan ribuan liter air!!!
tapi betapa tamaknya rakyat pintar di negara kita ini, banyak banget yang mencari kepuasan sesaat (dunia) dengan menghalalkan berbagai cara...

dendi
Kelas 3 SMP
Kelas 3 SMP

Male
Number of posts : 973
Age : 32
Location : Condet - Singapore
Registration date : 2007-10-20

Back to top Go down

Re: 9 tentang Global Warming

Post by chibitaza on Sun May 11, 2008 9:51 pm

bingung mau comment paan...

banyak banget sapt bacaannya....

_________________
--Laksmana Tri Moerdani, S.Kom., S.Si
--Database Engineer PT.McDermott International

http://www.gulaipenguin.com
Hp: (+62 815) 91 34541

chibitaza
Kepala Sekolah
Kepala Sekolah

Male
Number of posts : 1621
Age : 32
Location : Bekasi - Jakarta
Job/hobbies : Web Design, Graphic Design, 3D Animator
Registration date : 2007-10-17

http://www.laksmanatrimoerdani.co.cc

Back to top Go down

Re: 9 tentang Global Warming

Post by Ayu Puspita on Sat May 24, 2008 6:59 am

jadi salah gw?? salah temen2 gw???

Ayu Puspita
Mahasiswa Semester 2
Mahasiswa Semester 2

Female
Number of posts : 1469
Age : 32
Location : Indonesia
Registration date : 2007-11-25

http://www.yahoo.com

Back to top Go down

Re: 9 tentang Global Warming

Post by Sponsored content Today at 2:59 pm


Sponsored content


Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum