Latest topics
» Assalamualaikum
Sat Nov 09, 2013 10:41 pm by umam

» Selamat Pagi
Fri Nov 08, 2013 1:50 pm by Tertio_kd

» Test dulu
Thu Nov 07, 2013 10:12 am by tanti

» Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H
Tue Sep 07, 2010 9:30 am by Meitina (MeTz)

» Let's Talk About Money!
Thu Sep 02, 2010 8:17 pm by irman.restiadi

» Kerugian Akibat Kurang Tidur
Thu Aug 26, 2010 7:06 pm by Ayu Puspita

» Kok sepi lagi....?
Thu Aug 26, 2010 7:03 pm by Ayu Puspita

» Vacation to Pulau Tidung
Thu Aug 26, 2010 3:41 pm by Eine

» Popok Kain a.k.a. Cloth Diaper Pempem!
Thu Aug 26, 2010 3:33 pm by Eine

Poll

Apa tujuan kamu gabung Forum 2002..?

59% 59% [ 22 ]
11% 11% [ 4 ]
8% 8% [ 3 ]
11% 11% [ 4 ]
11% 11% [ 4 ]
0% 0% [ 0 ]

Total Votes : 37

Who is online?
In total there is 1 user online :: 0 Registered, 0 Hidden and 1 Guest

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 40 on Wed Jul 07, 2010 4:03 pm

Kungfu Panda

 :: Waktu Istirahat :: Hobby :: Film

View previous topic View next topic Go down

Kungfu Panda

Post by umam on Tue Jul 22, 2008 1:40 pm



Film kartun yang sarat dengan nilai positif..!!

Saat menonton film animasi ini, kita seperti diingatkan tentang beberapa hal:

1. The secret to be special is you have to believe you're special
Po hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia Kitab Naga, yang hanya berupa lembaran kosong. Wejangan dari ayahnya-lah yang akhirnya membuatnya kembali bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri. Kalau kita berpikir diri kita adalah spesial, unik, berharga kita pun akan punya daya dorong untuk melakukan hal-hal yang spesial. Kita akan bisa, kalau kita berpikir kita bisa. Seperti kata Master Oogway, "You just need to believe".

2. Teruslah kejar impian kita
Po, panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya bisa menguasai ilmu Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang akhirnya menyerah, gagal mencapai impian karena terhalang oleh pikiran negatif diri kita sendiri? Seperti kata Master Oogway, "Kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat ini adalah anugerah, makanya disebut Present (hadiah)". Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang yang telah dianugerahkan Tuhan pada kita semua.

3. Kita tidak akan bisa mengembangkan orang lain, sebelum kita percaya dengan kemampuan orang itu, dan kemampuan diri kita sendiri
Master ShiFu ogah-ogahan melatih Po. Ia memandang Po tidak berbakat. Kalaupun Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam waktu sekejap. Kondisi ini berbalik seratus delapan puluh derajat, setelah ShiFu diyakinkan Master Oogway -gurunya- bahwa Po sungguh-sungguh adalah Pendekar Naga dan Shi Fu satu-satunya orang yang mampu melatihnya. Sebagai guru atau orang tua, hal yang paling harus dihindari adalah memberi label bahwa anak ini tidak punya peluang untuk berubah. Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak punya masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita kehilangan percaya diri, bahwa kita masih mampu untuk membimbing mereka.

4. Tiap individu belajar dengan caranya sendiri dan motivasinya sendiri
Shi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan bisa mengeluarkan semua kemampuannya, bila terkait dengan makanan. Po tidak bisa menjalani latihan seperti 5 murid jagoannya yang lain. Demikian juga dengan setiap anak. Kita ingat ada 3 gaya belajar yang kombinasi ketiganya membuat setiap orang punya gaya belajar yang unik. Hal yang menjadi motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika kita memaksakan keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada anak-anak yang dirugikan.

5. Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri sendiri bisa membutakan mata kita tentang kondisi sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah yang salah
Master ShiFu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan tutul, murid pertamanya, yang ia asuh sejak bayi. Ia membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai dengan harapannya. Memberikan impian bahwa Tai Lung akan menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi Fu tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus membayar mahal, bahkan nyaris kehilangan nyawanya.
Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang diri sendiri/anak/murid kita. Parahnya, ada pula yang dengan sengaja mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau mendengar informasi dan konfirmasi dari orang-orang tertentu.

6. Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan kepahitan tinggal dalam hati kita
Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang pada murid-muridnya. Sisi terburuk dari kepahitan adalah kita tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi kasih sayang.

7. Keluarga sangatlah penting
Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah. Berkat ayahnya pula Po dapat memecahkan rahasia Kitab Naga dan menjadi Pendekar nomor satu. Sudahkah kita memberi dukungan pada anggota keluarga kita?

Intinya...nih film keren n bagus banget dah !! cheers

umam
Asisten Kepala Sekolah
Asisten Kepala Sekolah

Male
Number of posts : 861
Age : 31
Location : Jakarta
Job/hobbies : Commercial Analyst - PT Indosat
Registration date : 2007-10-21

http://umam1101.multiply.com

Back to top Go down

Re: Kungfu Panda

Post by sap7 on Tue Jul 22, 2008 2:04 pm

i do belive in china's philosophic view on building their people, especially when they're using movie as media.

setuju mam.

sap7
Kelas 2 SMP
Kelas 2 SMP

Male
Number of posts : 852
Age : 32
Location : Jakarta Indonesia
Job/hobbies : jakarta govt
Registration date : 2007-11-09

http://www.facebook.com/home.php?#!/ssatriaputra

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 :: Waktu Istirahat :: Hobby :: Film

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum